RSS
Facebook
Twitter

Thursday, April 28, 2011

laporan pratikum : Remastering Ubuntu 9.10 Karmic-Koala UbuntuStudio

Ubuntu merupakan salah satu distro linux keturunan debian yang sudah populer di kalangan IT. Dari vendor nya Canonical, ubuntu memudahkan pengguna baik dari segi penggunaan nya yang user friendly dan kemudahan untuk memperoleh nya baik download maupun pesan CD Ubuntu secara free. Remastering Linux adalah kegiatan memodifikasi system operasi Linux, dimana kita dapat menambah dan menghapus program-program aplikasi sesuai dengan yang kita inginkan dan menjadikan hasil dari remastering itu menjadi sebuah system operasi baru .

I. Tujuan Remastering
Tujuan remastering adalah :
1. Membuat linux/Ubuntu distribusi anda sendiri
2. Menunjukkan kelebihan aplikasi didalamnya
3. Menghapus paket aplikasi
4. Menambahkan paket aplikasi
5. Update paket aplikasi
6. Mengubah default sistem Desktop (theme, icons, desktop background, panels,halaman browser, dll).
8. Memenuhi nilai pratikum Sistem Operasi Dasar
9. Melatih kesabaran mahasiswa.


II. LatarBelakang tema UbuntuStudio
Kami membuat Ubuntustudio ini karna aplikasi menarik untuk kami coba dan mempelajarinya sehingga kami juga dapat menggunakan ubuntu ini sebagai media pembelajaran. ubuntustudio ini lebih mengarah ke lifestyle, walaupun yang mendominasi SO ini adalah multimedia. Di dalam SO ini juga terdapat games yang tertarik untuk kami install.

III. Langkah-Langkah
Yang diperlukan dalam proses remastering ini adalah :
- Ubuntu 9.10
- Repository
- UCK
- Minimum free space 5-7 GB
- RAM 1GB (Swap 1GB ) Recommended
- VirtualBox / Qemu
Inti dari meremastering Linux ini adalah dimana kita meremove dan menambahkan program sesuai dengan yang kita inginkan.
Dimana perintah untuk menghapus program adalah :
- sudo apt-get remove (nama aplikasi yang mau di remove)
Sedangkan perintah untuk menambahkan program nya adalah :
- sudo apt-get install (nama aplikasi yang mau di install)

Wednesday, April 27, 2011

Isi_makalah pancasila : Good Governance

Ada tiga pilar pokok yang mendukung kemampuan suatu bangsa dalam melaksanakan good governance, yakni: pemerintah (the state), civil society (masyarakat adab, masyarakat madani, masyarakat sipil), dan pasar atau dunia usaha. Penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab baru tercapai bila dalam penerapan otoritas politik, ekonomi dan administrasi ketiga unsur tersebut memiliki jaringan dan interaksi yang setara dan sinerjik. Interaksi dan kemitraan seperti itu biasanya baru dapat berkembang subur bila ada kepercayaan (trust), transparansi, partisipasi, serta tata aturan yang jelas dan pasti, Good governance yang sehat juga akan berkembang sehat dibawah kepemimpinan yang berwibawa dan memiliki visi yang jelas.
Bagaimana kondisi good governance di Indonesia? Berbagai assessment yanbg diadakan oleh lembaga-lembaga internasional selama ini menyimpulkan bahwa Indonesia sampai saat ini belum pernah mampu mengambangkan good governance. Mungkin karena alasan itulah Gerakan Reformasi yang digulirkan oleh para mahasiswa dari berbagai kampus telah menjadikan Good Governance, walaupun masih terbatas pada Pemberantasan Praktek KKN (Clean Governance). Namun, hingga saat ini salah satu tuntutan pokok dari Amanat Reformasi itupun belum terlaksana. Kebijakan yang tidak jelas, penempatan personal yang tidak kredibel serta kehidupan politik yang kurang berorientasi pada kepentingan bangsa telah menyebabkan dunia bertanya apakah Indonesia memang serius melaksanakan good governance?
Pengembangan good governance tersebut harus menjadi tanggungjawab kita semua. Dalam kondisi seperti sekarang, pemerintah, yang selama ini mendapat tempat yang dominan dalam penyelenggaraan otoritas politik, ekonomi dan administrasi, sukar diharapkan secara sadar dan sukarela, akan berubah dan menjelma menjadi bagian yang efektif dari good governance Indonesia. Karena itu pembangunan good governance dalam menuju Indonesia Masa Depan harus dilakukan melalui tekanan eksternal dari luar birokrasi atau pemerintah, yakni melalui pemberdayaan civil society untuk memperbesar partisipasi berbagai warganegara dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi akan menjadi pendorong yang sangat penting dalam keberhasilan pelaksanaan pembangunan nasional secara keseluruhan. Oleh karena itu, Pemerintah menaruh perhatian yang besar terhadap upaya-upaya yang dilakukan dalam rangka reformasi birokrasi

Tuesday, April 26, 2011

Trip Trik Buat Read MOre (baru belajar :p)

banyak orang yang pake read more gitu..
jadinya penasaran dech gimana caranya..
search di google coba2..
nih percobaan pertama..
mau tau cara nya..klik dech read more nih..hehe..
caranya..ikuti link di bawah ini..hehe..
http://kolom-tutorial.blogspot.com/2008/01/trik-mudah-membuat-more.html

Pendahuluan_makalah pancasila : Good Governance

Dalam kamus, istilah “government” dan “governance” seringkali dianggap memiliki arti yang sama yaitu cara menerapkan otoritas dalam suatu organisasi, lembaga atau negara. Government atau pemerintah juga adalah nama yang diberikan kepada entitas yang menyelenggarakan kekuasaan pemerintahan dalam suatu negara.
Istilah “governance” sebenarnya sudah dikenal dalam literatur administrasi dan ilmu politik hampir 120 tahun, sejak Woodrow Wilson, yang kemudian menjadi Presiden Amerika Serikat ke 27, memperkenalkan bidang studi tersebut kira-kira 125 tahun yang lalu. Tetapi selama itu governance hanya digunakan dalam literatur politik dengan pengetian yang sempit. Oleh para teoritisi dan praktisi administrasi negara Indonesia, istilah “good governance” telah diterjemahkan dalam berbagai istilah, misalnya, penyelenggaraan pemerintahan yang amanah (Bintoro Tjokroamidjojo), tata-pemerintahan yang baik (UNDP), pengelolaan pemerintahan yang baik dan bertanggunjawab (LAN), dan ada juga yang mengartikan secara sempit sebagai pemerintahan yang bersih (clean government).
Perbedaan paling pokok antara konsep “government” dan “governance” terletak pada bagaimana cara penyelenggaraan otoritas politik, ekonomi dan administrasi dalam pengelolaan urusan suatu bangsa. Konsep “pemerintahan” berkonotasi peranan pemerintah yang lebih dominan dalam penyelenggaran berbagai otoritas tadi. Sedangkan dalam governance mengandung makna bagaimana cara suatu bangsa mendistribusikan kekuasaan dan mengelola sumberdaya dan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat. Dengan kata lain, dalam konsep governance terkandung unsur demokratis, adil, transparan, rule of law, partisipatiof dan kemitraan. Mungkin difinisi yang dirumuskan IIAS adalah yang paling tepat meng-capture makna tersebut yakni “the process whereby elements in society wield power and authority, and influence and enact policies and decisions concerning public life, economic and social development.” Terjemahan dalam bahasa kita, adalah proses dimana berbagai unsur dalam masyarakat menggalang kekuatan dan otoritas, dan mempengaruhi dan mengesahkan kebijakan dan keputusan tentang kehidupan publik, serta pembangunan ekonomi dan sosial.

Monday, April 25, 2011

Windows VS Linux

Windows VS Linux : Sistem operasi adalah penghubung antara user atau pengguna dengan perangkat keras pada komputer. Dengan sistem operasi dapat memudahkan kita sebagai user dalam menyelesaikan berbagai tugas. Sistem operasi yang terkenal dan sudah tidak asing di dengar oleh masyarakat luas adalah sistem operasi windows. Tapi sistem operasi window ini berbasis close source. Apa itu close source? Close source adalah dimana dalam menggunakannya para pengguna harus membayar license nya terlebih dahulu atau berbayar. Karena berbayar tersebutlah banyak para pengguna menggunakan windows bajakan atau tidak berlisensi.
Selain sistem operasi windows ada juga sistem operasi LINUX. Mungkin mayarakat luas kurang mengetahui atau kurang familiar dengan sistem operasi ini. Padahal sistem operasi linux ini berbasis open source atau dalam menggunakannya kita tidak harus membayar alias GRATIS. Karena berbasis open source maka kita dapat memodifikasi atau istilah kerennya di-remastering untuk membuatnya sesuai dengan keinginan para pengguna. Apakah sistem operasi untuk perkantoran, pendidikan, pemrograman dan lain-lain.
Linux merupakan turunan dari UNIX. Linux dapat diperoleh dalam berbagai bentuk atau dikenal juga dengan DISTRO. Ada banyak sekali Distro dari linux, diantaranya RedHat, Debian, Slackware, SuSe, Mandrake, Ubuntu, WinLinux dan masih banyak lagi. Sekilas informasi, bahwa SuSe merupakan distribusi pertama yang instalansinya dapat menggunakan bahasa Indonesia. Banyak anak negeri kita, yang membuat atau menciptakan distro linux.
Banyak kalangan mengatakan bahwa kurang mengerti cara menggunakan sistem operasi open source ini. Padahal penggunaan dari sistem operasi open source ini sangat banyak keuntungannya dibandingkan dengan sistem operasi close source. Selain sistem operasi nya gratis, open source juga bebas virus, aplikasi pada open sourrce juga tidak jauh beda dengan sistem aplikasi pada windows. Pada windows ada microsoft word sebagai aplikasi pengolah kata pada open source juga ada yaitu word processor, pengolah angka dikenal dengan microsoft excel pada windows pada open sorce juga ada seperti spreadsheet. Jadi, linux memiliki sistem aplikasi yang tidak jauh berbeda dengan sistem operasi close source seperti windows.
Apabila ada beberapa pendapat ataupun banyak pendapat yang mengatakan Linux / open source tidak “user friendly” itu salah. Linux akan menjadi “user friendly” apabila pengguna atau user mau mencoba dan mempelajari Linux / sistem operasi open source. Apabila sering digunakan maka pengguna atau user pun tidak susah dalam pengoperasiannya. Sudah banyak perusahaan-perusahaan mulai menggunakan sistem operasi gratis ini. Karena dapat menghemat dalam pembiayaannya. Sehingga perlu adanya sosialisasi dalam penggunaan sistem operasi open source ini salah satunya linux. Misalnya para pengguna yang telah mahir menggunakan Ubuntu dapat memperkenalkannya kepada para siswa-siswi baik tingkat SD, SMP, maupun SMA dengan mengadakan seminar-seminar. Sehingga pengetahuan akan open source semakin luas dan yang mengatakan open source tidak ‘user friendly’ terhapuskan.
Mungkin terdapat beberapa kelemahan dalam sistem operasi linux ini. Buat para GAMER MANIAC biasanya tidak menyukai penggunaan sistem operasi open source seperti linux ini. Karena banyak games-games yang beredar hanya dapat beroperasi di windows saja. Atau pun games pada sistem operasi linux tidak begitu menarik dan kurang menantang maupun resolusi gambarnya yang kurang. Selain itu jika para pengguna ingin menginstall aplikasi baru yang dibutuhkan maka harus akses internet. Dan itu sangat terbebani bagi para pengguna yang tidak ada akses internet, atau kecepatan internet nya yang sangat lambat, atau menggunakan modem dengan batas kuota tertentu. Sehingga bagi mereka yang tidak sabar dalam menginstall aplikasi tentu saja akan lebih memilih windows dengan meng-copy installer aplikasi yang dibutuhkan.
Selain itu dari perbandingan yang telah penulis lakukan selama menggunakan sistem operasi Linux ini yaitu distro Ubuntu. Apabila dibandingkan antara windows dengan ubuntu, maka bisa saya katakan tampilan pada windows jauh lebih menarik. Baik itu tampilan aplikasinya, tampilan dekstopnya, dan lain-lain. Tapi dilihat dari sisi lain windows sering terserang virus, sehingga banyak shortcut dimana-dimana. Ataupun laptop atau komputer kita perlu di install ulang karena virus pada laptop atau komputer yang menggunakan windows telah berevolusi semakin banyak. Lain hal dengan Ubuntu atau Linux ini bebas dari virus. Shortcut pada berkas-berkas di dalam flashdisk dapat dibuka pada Ubuntu.
Dengan sistem operasi open source / linux ini dapat kita modifikasi sesuai keinginan kita karena source code nya yang terbuka berbeda hal nya dengan windows. Sehingga pada linux menjamin kebebasan untuk berekspresi dan membuat sistem operasi sesuai keinginan kita.
Keunggulan sistem operasi windows yang tidak dimiliki oleh sistem operasi linux yaitu sistem operasi windows ada pihak resmi yang bertanggung jawab atas kerusakan atau gangguan lainnya pada windows. Sedangkan linux dengan banyaknya distro dari A-Z, para pengguna yang ingin melaporkan kerusakan atau pihak resmi yang bertanggung jawab tidak ada. Karena yang membuat distro pada linux itu dari kalangan masyarakat itu sendiri. Bukan dari perusahaan resmi seperti halnya windows. Jadi, apabali ada keluhan mengenai open source Anda, dapat bertanya kepada pakar atau ahli, dapat juga bertanya pada sebuah forum dengan mereka yang menyenangi produk open source sehingga dapat berbagi informasi dan saling berbagi ilmu atau hanya sekedar sharing saja. Banyak cara yang dapat dilakukan.
Jadi, semua tergantung pilihan para user sendiri. apakah mau berbayar atau tidak? Tampilannya lebih menarik atau kurang menarik? Untuk bermain games atau bukan? ataupun lebih mengunggulkan open atau close source? Semua kembali ke para pengguna. Karena sistem operasi tidak akan pernah lepas dari para pengguna komputer dalam memudahkan user / pengguna dalam pekerjaan mereka.